Pontianak (ANTARA News) – Komando Daerah Militer XII Tanjungpura membantah hilangnya sejumlah patok tapal batas negara Indonesia dengan Malaysia yang ada di wilayah Kalimantan Barat.

“Tidak benar ada patok tapal batas Indonesia – Malaysia hilang, tetapi hanya tidak ditemukan,” kata Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Geerhan Lantara usai memimpin penutupan rapat pimpinan di jajaran Kodam XII/TPR di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan, mencari patok tapal batas negara ibarat mencari jarum di jerami sehingga cukup sulit dengan medan yang berat.

Menurut Pangdam XII/TPR, ada sekitar 600 lebih patok tapal batas di perbatasan Indonesia – Malaysia di wilayah Kalbar yang belum ditemukan.

Sebelumnya, Kepala Staf Kodam XII/TPR Brigadir Jenderal TNI Armyn Alianyang mengatakan, hingga kini berdasarkan laporan intelijen di lapangan kondisi patok tapal batas masih aman-aman saja.

“Meski pun aman, kami tetap akan meningkatkan patroli perbatasan karena sudah tugas TNI Angkatan Darat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Armyn.

Armyn menjelaskan, patok tapal batas yang rawan bergeser yaitu untuk tipe C karena ditanam ditanam hanya sedalam 50 sentimeter dan ketinggian diatas tanah hanya 30 sentimeter, sehingga ketika disenggol alat berat saja patok tersebut sudah bergeser.

“Banyak anggapan telah terjadi pergeseran patok, sebenarnya tidak, karena dangkalnya tancapan patok sehingga mudah bergeser karena suatu hal atau karena ulah manusia,” katanya.

Untuk antisipasi hal itu, setiap tahun TNI-AD memrogramkan patroli perbatasan dan pemeriksaan patok tapal batas.

Hingga kini pihak Malaysia terkesan diam dalam penyelesaian lima titik patok tapal batas negara sejak tahun 1980-an, yakni patok tapal batas negara di Camar Bulan Kabupaten Sambas, titik D 400 di Kabupaten Bengkayang, titik Gunung Raya di Bengkayang, garis batas Gunung Raya I dan II, dan di titik Batu Aum Kabupaten Bengkayang.

Kelima titik batas negara yang bermasalah itu sudah terjadi sejak tahun 1980-an tetapi hingga kini tidak ada titik temu karena pihak Malaysia dengan argumennya selalu membantah ada pergeseran.

(A057/N005/S026)

Editor: Suryanto/http://www.antaranews.com/berita/250009/pangdam-patok-batas-indonesia-malaysia-tidak-hilang

MENWA921YOSSUDARSO/NEWS/2011

Masih ingat dengan misi penyelamatan pasukan elite TNI terhadap awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia beberapa waktu lalu? Kemarin (16/5), KRI Yos Sudarso pembawa 240 pasukan elite TNI  tersebut merapat di Pelabuhan Teluk Bayur. Seperti apa pengalaman pasukan elite TNI itu?

Padang Ekspres kemarin (16/5), berkesempatan mewancarai Kepala Staf Gugus Tempur Laut Armada Barat, Kolonel Laut (P) Ariawan, di Pelabuhan Teluk Bayur. Aksi penyelamatan menggunakan kata sandi Satgas Duta Samudera 1 2011  ini berjumlah 240 orang. Pasukan ini merupakan gabungan KRI, pasukan Gultor, Kopasus, Denjaka, Kopaska, dibantu tim pendukung dinas penerangan dan penyelaman.

Pelabuhan Teluk Bayur merupakan daratan pertama disinggahi setelah 11 hari di laut. Rencananya, mereka akan membongkar amunisi yang sebelumnya akan diantar untuk Lantamal II Padang. Setelah mengisi bekal ulang, pemantapan teknis kapal, mereka akan kembali ke markas di Jakarta.

Kolonel Ariawan mengaku tak ada halangan berarti mereka selama berlayar dari Oman menuju Indonesia. Malahan pasukan elite ini sempat menolong kapal tanker negara lain yang terancam dibajak di perairan laut Arab, usai pembebasan MV Sinar Kudus.

”Mereka minta tolong, karena kapal mereka ditembaki perahu pembajak. Kami langsung mengambil aksi cepat mendekat ke kapal tersebut. Saat kami sudah dekat, pihak kapal tanker mengatakan pembajak itu sudah semakin dekat. Akhirnya, kami memutuskan melepaskan tembakan. Mendengar tembakan dari kapal perang, perompak itu mengurungkan niatnya membajak kapal tanker itu. Sempat kami buru, namun hari sudah gelap. Dengan speed boat yang kencang pembajak itu bisa menghilang,” ujar Ariawan.

Dari beberapa anggota pasukan juga terangkum cerita menarik. Salah seorang anggota pasukan mengungkapkan, awalnya KRI Yos Sudarso rencananya memang berangkat ke Teluk Bayur mengantar amunisi dan peralatan Lantamal II Padang. Namun, karena ada peristiwa penyanderaan 20 WNI yang tak lain awak kapal MV Sinar Kudus, rencana pun berubah. Akhirnya, mereka berangkat ke Somalia.

KRI Yos Sudarso sendiri berangkat dari Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, tanggal 23 Maret bersama KRI Abdul Halim Perdana Kusumah. Sepasang fregat ini bertolak menuju Kolombo, Sri Lanka. Tanggal 29 Maret, sebuah Boeing 737 TNI AU mengangkut personel Kopassus TNI AD dan Denjaka, pasukan Intai Amfibi TNI AL. Pasukan khusus ditempatkan ke dua KRI di Sri Lanka. Perjalanan dilanjutkan ke daerah operasi 30 Maret.

Satgas mulai tanggal 5 April mulai mengumpulkan data intelijen dan pengintaian di perairan Somalia. Sewaktu di Somalia, kekuatan pasukan elite ini bertambah seiring merapatnya KRI Banjarmasin, sebuah kapal tipe landing platform dock. Kapal ini mampu mengangkut beberapa helikopter dan puluhan kendaraan tempur. KRI Banjarmasin sendiri juga berangkat dari Pelabuhan Kolinlamil, 21 April.

Pada 25 April, Satgas Duta Samudra tiba di Pelabuhan Salalah, Oman, untuk mengisi ulang perbekalan. Esoknya, Satgas Duta Samudra kembali ke daerah operasi di perairan Somalia. Lokasi MV Sinar Kudus berada di Pesisir Eyl, kampung nelayan sekaligus sarang perompak Somalia. Tepatnya, sekitar 500 mil sebelah utara Ibu Kota Mogadishu.

Sebelum operasi pembebasan sandera dimulai, perompak dengan pemilik kapal berhasil mendapat kata sepakat. Konsekuensinya pemilik kapal memenuhi tembusan perompak. Waktu itu, perompak berjumlah 80 orang tersebut berjanji 1 Mei membebaskan sandera. Pukul 06.00 waktu setempat, akhirnya satu per satu perompak turun di daerah bernama Eyl.  Setelah semua perompak turun, kapal MV Sinar Kudus pun melanjutkan perjalanan.
Awalnya, menurut salah satu anggota pasukan elite AL ini, TNI sangat siap menggempur perompak itu. ”Serangan militer tidak dilakukan, karena permintaan keluarga dan para nakhoda kapal niaga. Juga, para sandera berada di tempat terpisah,” ujarnya.

Informasinya, setelah tim berada di lautan Somalia, perompak mencampur-campur tawanan mereka. Bahkan, memindah-mindahkan mereka ke kapal lainnya. Artinya, jika dilakukan serangan, belum tentu semua sandera bisa lepas dalam waktu bersamaan. ”KRI kami membayangi para bajak laut dan MV Sinar Kudus yang bergerak. Kami mengawal sampai semua bajak laut meninggalkan kapal. Kami mencegah agar jangan sampai ada kelompok bajak laut lain mengambil kesempatan,” ujarnya.
Ternyata, apa yang dikhawatirkan hampir terjadi. Baru lepas dari satu pembajak, datang perompak lainnya hendak membajak kapal MV Sinar Kudus. Pasukan TNI yang sejak berangkat sudah geram, akhirnya berinisiatif menghadang dan terjadi kontak senjata dengan perompak.

”Kami turun dengan dua sea rider (speedboat tempur, red). Kami berhadapan dengan dua boat perompak yang juga berkekuatan penuh. Terjadilah baku tembak di tengah laut. Akhirnya, kami berhasil menggagalkan pembajakan MV Sinar Kudus kedua kalinya,” ujarnya.

Salah serorang prajurit yang sudah berpengalaman di medan perang itu menegaskan bahwa mereka bukannya takut. Justru sejak awal  mereka sangat bersemangat mengobrak-abrik perompak. Dalam baku tembak itu, satu boat berhasil dilumpuhkan, satunya lagi kabur.
Prajurit  sudah 60 hari meninggalkan anak istri ini mengatakan, kapal perompak itu langsung mereka sita. Di dalamnya, ditemukan pakaian prajurit berpangkat letnan. Menurut informasi beredar,  perompak itu kebanyakan mantan prajurit, senjata mereka juga canggih.

Di atas kapal, dengan misi membela nama negara, mereka tentu saja meninggalkan keluarga. Pasukan-pasukan terlatih ini hanya bisa menahan rindu, karena tugas utama mereka adalah mengabdi pada negara. Kadang saat ada sinyal di tengah laut, mereka mengirim pesan melalui handphone. ”Kami tidak bisa menelepon, karena sinyal hilang timbul. Biayanya juga mahal, karena satu kali SMS saja bisa kena empat ribu,” ujar salah satu prajurit lainnya.

Di atas kapal, saat ketegangan sudah mengendur, mereka tidak ada hiburan. Hanya ada gitar atau musik yang menjadi hiburan mereka. Apalagi ketika stok logistik mulai menipis, rokok habis pula. ”Ingin rasanya loncat ke laut dan berenang untuk membeli rokok,” ujarnya bercanda. (***)[ Red/Redaksi_ILS ]

LEMUSTAR47-NEWS/2011

Semarang, CyberNews. Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Rayon I Jateng mulai digelar kemarin. Sedikitnya 31 universitas dari wilayah Karesidenan Semarang  dan Pati berpartisipasi dalam pertandingan multievent tersebut.

Pembukaan POM dilakukan Koordinator Kopertis Wilayah VI Prof Drs Mustafid MEng di kampus Stimart AMNI, Senin (9/5) yang ditandai dengan pemukulan drum bas. Hadir pula dalam pembukaan di antaranya Ketua Bapomi Jateng Dr Masruki dan ketua paguyuban bidang III/kemahasiswaan Rayon I Jateng Ismoyo SPt MP.

Pembukaan dimeriahkan atraksi drum corp Stimart AMNI dan demo taekwondo dari kelompok T-RexTD Semarang. Mustafid berharap melalui POM Rayon I ini dapat menghasilkan atlet mahasiswa andal Jateng untuk persiapan Pomnas tahun ini. Diharapkan kontingen Jateng nantinya bisa menjadi juara dalam Pomnas 2011 setelah memalui proses seleksi yang ketat.

“Kami menekankan kepada para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas.  Kegiatan POM ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi antarmahasiswa selain ajang memupuk prestasi olahraga,” katanya.

Masrukhi menambahkan, POM Rayon ini merupakan ajang seleksi pembentukan tim Jateng yang dipersiapkan ke Pomnas. Para juara di setiap rayon nantinya akan diadu lagi dengan rayon lainnya dalam Pomprov Juli nanti di kampus Unnes. Di Jateng terdapat tiga rayon dan setiap rayon menggelar kegiatan yang sama seperti di rayon I ini.

“Kegiatan ini merupan tradisi Jateng yang digelar setiap dua tahun sekali. Bapomi Jateng ingin membentuk tim Popnas yang tangguh yang dihasilkan melalui kompetisi yang ketat. Pomnas 2009 kita meraih <I>runner up<P> dan pada Pomnas tahun ini di Batam Jateng berupaya minimal mempertahankan prestasi,” katanya.

Ketua panitia Supriyanto SSos MM mengatakan, POM Rayon I kali ini mempertandingkan sembilan cabang olahraga yang dumulai  8-14 Mei. Lokasi pertandingan menyebar di berbagai universitas.

“Kami melihat antusiasme peserta kali ini cukup tinggi. Setidaknya 37 perguruan tinggi mengikuti kejuaraan ini. Semoga mereka bertanding penuh semangat yang pada akhirnya menghasilkan atlet yang berkualitas,” kata Pembantu ketua III Stimart AMNI tersebut.

Cabang yang dipertandingkan:

1. Bulu tangkis (tempat pertandingan : GOR Pamardi Utomo, 10-11 Mei)
2. Futsal (Stadum Futsal, Jalan Raden Patah, 11-12 Mei)
3. Pencak silat (GOR Manunggal Jati, 10-11 Mei)
4. Bola Voli (UMK Kudus, 10-11 Mei)
5. Karate (Unisbank, Kampus Kendeng, 13 Mei)
6. Catur (STIE BPD, 10 Mei)
7. Tae kwon do (IKIP PGRI,14 Mei)
8. Tenis meja, (IAIN Walisongo, 11-12)
9. Basket (Unnes, 9-13 Mei).

(Khundori Rakasiwi/CN26)

MENWA921YOSSUDARSO/NEWS/2011

Semarang, CyberNews. Sejumlah 628  mahasiswa dan taruna Stimart AMNI, ditempa latihan taekwondo. Tempaan itu berupa  long march dari Kampus Biru STIMART AMNI  Jl Soekarno-Hatta 180 menuju Tembalang pada Sabtu (23/4) lalu. Kegiatan di dampingi oleh perwira Kepolisian, Angkatan Laut, Angkatan Darat, serta pengasuh senior mereka.

Menurut Pembantu Ketua III Stimart AMNI Supriyanto MM yang sekaligus pembina taekwondo kampus tersebut, kegiatan itu bertujuan menyalurkan kelebihan energi yang sering terjadi pada usia mereka. Energi-energi itu diharapkan bisa disalurkan dengan kegiatan positif di antaranya dengan berlatih taekwondo.

“Kami selalu mengarahkan kepada para mahasiswa dan taruna untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat. Oleh karena itu, salah satu bentuk kegiatan yang positif dan membentuk karakter adalah olah raga bela diri taekwondo.” kata Supri yang juga pelatih taekwondo TI Semarang didampingi Humas Stimart AMNI Adenanthera.

Supri menyatakan komitmennya terus membina taekwondo di AMNI. Sejauh ini sumbangsih taekwondoin AMNI kepada TI Semarang terus diupayakan. Beberapa alumnus sekolah itu, saat ini menjadi pelatih dan wasit betaraf nasional.

“Sebenarnya taekwondo bukan semata untuk prestasi. Lebih dari itu olah raga asli Korea itu bisa untuk penyeimbang kebugaran tubuh. Banyak hal didapat dari taekwondo. Selain prestasi, penguasaan cabang ini juga bisa untuk kebugaran dan membela diri. Terlebih para taruna nantinya menjadi pelaut yang tentunya perlu tubuh yang sehat sehingga percaya diri dan punya mental dan kepribadian diandalkan,” katanya.

(Khundori Rakasiwi/CN26)

MENWA921YOSSUDARSO/NEWS/2011

Surabaya – Walaupun organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) saat ini semakin menyempit, namun keberadaannya masih sangat dibutuhkan oleh oragnisasi yang lebih besar dalam penerapan sistem pertahanan negara.

Hal ini dikatakan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Soewarno, ketika membuka Pendidikan Dasar Menwa angkatan ke-62 dan Suskalak angkatan ke-26 Tahun 2010, di Dodik Bela Negara Rindam V/Brawijaya Malang, Senin (8/2/2010).

Orang nomor satu di jajaran Kodam V/Brawijaya ini merasa bangga, karena di tengah-tengah situasi politik yang penuh dengan konflik kepentingan dan tidak lagi memprioritaskan kepentingan  masyarakat, bangsa dan negara, masih ada sebagian mahasiswa yang secara sadar dan sukarela mau mengikuti Pendidikan Dasar Menwa dan Suskalak, yang berarti masih memiliki kesadaran atas tanggung jawabnya sebagai warga negara dalam mencintai tanah air dan bangsanya.

Selanjutnya mantan Komandan Paspampres ini menambahkan, sejak terjadinya reformasi beberapa tahun yang lalu sampai dengan sekarang, mayoritas generasi muda pada umumnya lebih mudah disetir pada kegiatan yang bernuansa politik.

Mereka mudah dipengaruhi dan dibelokkan haluannya hanya untuk membela kepentingan perorangan maupun kelompok tertentu dengan melakukan tindakan destruktif dan anarkis, walau dengan imbalan ala kadarnya. Seperti halnya yang terjadi di Sumatera Utara baru-baru ini membuat kita semua prihatin dan tidak seharusnya terjadi.

Pria kelahiran Purworejo 3 Mei 1955 ini juga memberikan apresiasi dan rasa terima kasih yang besar kepada pimpinan perguruan tinggi dan segenap Mahasiswa yang saat ini datang ke lembaga pendidikan Dasar dan Suskalak atas permintaan sendiri, juga ada yang dibiayai perguruan tinggi masing-masing, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam kondisi seperti ini masih ada animo dan semangat dari generasi muda dalam membela NKRI.

Organisasi Menwa merupakan salah satu wadah penyaluran potensi Mahasiswa dalam rangka bela negara melalui kegiatan olah keprajuritan. Anggota Menwa pada hakekatnya sama dengan mahasiswa yang lain, akan tetapi mereka mempunyai kelebihan tertentu dalam sikap, disiplin dan komitmennya terhadap tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI.

Sedangkan kegiatan pendidikan tersebut bertujuan untuk membentuk fisik, sikap dan mental setiap calon Menwa, serta memberi ketrampilan dasar olah keprajuritan, untuk mendukung tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Diharapkan setelah menerima semua materi dari pendidikan, Menwa nantinya memiliki rasa kebanggaan yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya, semangat pantang menyerah, dan cinta terhadap tanah airnya. Memiliki pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, sehingga dapat menerapkan apa yang menjadi hak maupun kewajiban selaku warga negara.

sumber : http://mahadipa.sitekno.com/article/

MENWA921YOSSUDARSO/NEWS/2011

This slideshow requires JavaScript.

Pendidikan dasar Resimen mahasiswa Mahadipa – Mahakarta yudha XXXIV tahun 2011 merupakan upaya dalam rangka membina, melatih, dan meningkatkan kemampuan serta menyiapkan anggota resimen mahasiswa untk menunjang tugas-tugas kemahasiswaan khususnya di lingkungan Resimen Mahasiswa Mahadipa.

Pendidikan dasar Resimen mahasiswa Mahadipa – Mahakarta adalah salah satu upaya untuk meningkatkan disiplin, loyalitas, kesadaran, yang berwawasan kebangsaan serta memiliki semangat dan kemampuan menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam resimen Mahasiswa maupun Bela Negara.

Pendidikan yang telah diikuti oleh peserta pendidikan Taruna terpilih di STIMART “ AMNI ”Semarang, mulai dari tanggal 20 Februari s/d 3 Maret 2011 yang bertempat di Depo Pendidikan Bela Negara RINDAM IV/ Diponogoro Magelang, dalam rangka meningkatkan kualitas anggota Resimen Mahasiswa Mahadipa Satuan 921 YOS SUDARSO Sekolah Tinggi Maritim dan Transport “ Akademi Maritim Nasional Indonesia ”, guna menyiapkan generasi penerus pengurus organisasi yang termasuk dalam (Unit Kegiatan Taruna) di STIMART “ AMNI ” Semarang, serta membekali, menanamkan nilai-nilai kejuangan dan keprajuritan, menanamkan dasar-dasar kepemimpinan, membentuk fisik maupun mental calon anggota Resimen Mahasiswa, dan membentuk kepribadian , pola tingkah laku Resimen Mahasiswa dalam tatanan pergaulan dan pembawaan di tengah masyarakat luas.

921news/2011

This slideshow requires JavaScript.