Penulis : Scherazade Mulia Saraswati
JAKARTA–MICOM: Menyadari dampak dan kerugian yang timbul dari terorisme, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) membuka Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVII yang mengangkat tema ‘Penanggulangan Terorisme dalam rangka Ketahanan Nasional’.

“Tema terorisme sengaja diangkat pada penyelenggaraan PPSA Angkatan XVII tahun 2011 karena sangat relevan dengan kondisi yang kita hadapi saat ini,yaitu bangsa Indonesia sedang berusaha menanggulangi terorisme,” papar Gubernur LemhannasBudi Susilo Soepandji dalam pidatonya di hadapan peserta PPSA, Selasa (22/2).

“Kita menyadari bahwa betapa besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh suatu tindak terorisme, serta dampak yang dirasakan secara langsung oleh Indonesia sebagai akibat dari tragedi bom Bali I,” imbuhnya.

Gubernur Lemhannas juga mengatakan terorisme berimplikasi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap bahaya teror bom. Jika tidak segera ditangani secara bijak, hal ini akan mempengaruhi roda perekonomian bangsa Indonesia, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap ketahanan nasional.

Adapun PPSA akan digelar selama 22 minggu, atau tepatnya 5,5 bulan. PPSA dimulai pada 22 Februari 2011 dan berakhir pada 11 Agustus 2011.

Pendidikan dibagi menjadi dua, yakni pendidikan di luar kampus (e-learning dan teleconference) selama 12 minggu dan pendidikan di dalam kampus (ceramah dan diskusi) selama 10 minggu.

PPSA diikuti oleh 79 peserta, yang terdiri dari kalangan TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri dan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK). Peserta PPSA juga datang dari Bank Indonesia, BPK, Perguruan Tinggi, Pemerintaj Provinsi, DPD, Partai Politik (Parpol) dan Organisasi Masyarakat (Ormas).

“Ini kan pendidikan. Jadi pendidikan itu lebih mengangkat agar para peserta ada kesadaran, koordinasi dan kerjasama. Kesadaran untuk siap siaga, jadi kalau ada apa-apa tidak kaget. Aware,” tandas Gubernur Lemhannas kepada Media Indonesia. (*/OL-3)